Kenapa model time series sering gagal saat hari raya, akhir tahun, atau musim tertentu? Karena data tidak hanya punya satu pola. Ia bisa berisi trend jangka panjang, seasonality berulang, dan residual yang tampak seperti noise.
Apa itu time series?
Time series adalah data yang diurutkan berdasarkan waktu: penjualan harian, suhu per jam, trafik website, getaran mesin, atau harga saham. Urutan waktu penting karena nilai hari ini sering berkaitan dengan nilai sebelumnya.
Tiga komponen utama
Trend adalah arah jangka panjang: naik, turun, atau stabil. Seasonality adalah pola berulang, misalnya siklus mingguan atau bulanan. Residual adalah sisa setelah trend dan seasonality dipisahkan. Residual sering dipakai untuk mencari anomaly atau kualitas data.
observed = trend + seasonal + residualIni model additive. Untuk pola yang amplitudonya membesar mengikuti level data, model multiplicative bisa lebih cocok.Additive vs multiplicative
Model additive cocok ketika variasi musiman relatif konstan. Model multiplicative cocok ketika variasi musiman makin besar saat level data naik. Misalnya penjualan yang makin tinggi biasanya juga punya lonjakan musiman yang lebih besar.
Mengapa residual penting?
Residual yang tiba-tiba besar bisa menandakan anomaly: sensor rusak, transaksi tidak wajar, kampanye besar, atau kejadian eksternal. Untuk forecasting, residual membantu melihat pola apa yang belum dijelaskan model.
Coba di workspace
- Buka Signal Decomposition.
- Masukkan sinyal observasi sendiri atau pilih contoh.
- Lihat trend, seasonality, dan residual pada sumbu waktu yang sama.
- Bandingkan dengan FFT untuk membaca frekuensi dominan.
- Gunakan Signal Filter untuk memahami low-pass dan high-pass.
Dekomposisi membuat data mentah lebih mudah dibicarakan. Sebelum memaksa model kompleks, pisahkan dulu pola besar, siklus berulang, dan sisa yang perlu diselidiki.
Ringkasan praktis
- Pahami dekomposisi sinyal dengan memisahkan trend, seasonality, dan residual secara visual di workspace interaktif.
- Mulai dari intuisi visual, lalu cocokkan dengan rumus, contoh, dan batasan penggunaannya.
- Gunakan lab interaktif untuk menguji konsep setelah membaca, terutama jika artikel membahas metode atau evaluasi model.
Pertanyaan yang sering muncul
Siapa yang cocok membaca artikel ini?
Pembaca yang ingin memahami signal processing dengan bahasa Indonesia yang praktis, tanpa kehilangan konteks teknis penting.
Apa langkah berikutnya setelah membaca?
Coba ulang konsep dengan data kecil, bandingkan hasilnya, lalu buka artikel terkait atau eksperimen interaktifnya agar pemahaman tidak berhenti di teori.
statsmodels Time Series Decomposition
Lanjutkan membaca pada sumber penerbit untuk mendapatkan konteks lengkap.
Buka sumber asli →